SUKATANI | beritajabar.click — Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan langkah lanjutan untuk menata kawasan pasca penertiban bangunan liar (bangli) di sepanjang Saluran Sekunder (SS) Balong Tua, Kecamatan Sukatani.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah penghijauan melalui penanaman pohon. Program tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi kawasan sekaligus mencegah lahan kembali dimanfaatkan untuk bangunan liar.
Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengatakan pihaknya telah melakukan monitoring lapangan melalui Tim Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup.
“Hasil monitoring DLH, rencananya kawasan tersebut akan kembali dihijaukan melalui penanaman pohon sehingga dapat menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan skema CSR tanpa menggunakan APBD,” ujar Dedi, Selasa (8/9/2026).
Dedi menjelaskan, kawasan SS Balong Tua membentang di tiga wilayah kecamatan, yakni Sukatani, Tambelang, dan Sukawangi. Kawasan tersebut memiliki potensi lahan yang cukup luas untuk dimanfaatkan dalam program penghijauan.
Namun, ia menegaskan bahwa penanaman pohon bukan merupakan tahap akhir. Perawatan dan pengawasan secara konsisten diperlukan agar tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Selain mencegah pemanfaatan kembali lahan untuk bangunan liar, penghijauan di kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan, memperkuat fungsi ruang terbuka hijau, serta menjadikan area sekitar saluran lebih tertata dan terawat.
“Jadi, perawatan adalah kunci agar pohon tetap hidup. Dari tiga lokasi penanaman rehabilitasi lahan kritis, DLH mencoba melakukan perawatan dengan sumber daya yang ada, salah satunya dengan melibatkan UPTD Pengangkutan dan Pengelolaan Persampahan untuk membersihkan gulma serta melakukan penyiraman secara reguler,” katanya.
Dedi menambahkan, DLH juga akan memperkuat pengawasan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat sekitar dalam menjaga keberlangsungan pohon yang telah ditanam.
Upaya tersebut dilakukan agar program penghijauan tidak berhenti pada proses penanaman, tetapi dapat terus dipelihara sehingga memberikan manfaat lingkungan secara berkelanjutan.
“Selain itu, kami akan melibatkan warga sekitar, pihak sekolah, dan pemerintahan desa agar berkolaborasi menjaga dan merawat pohon agar tumbuh subur dalam jangka panjang,” ungkap Dedi.
Berdasarkan hasil monitoring lapangan DLH, terdapat lebih dari 10 kilometer lahan potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai ruang terbuka untuk program penanaman pohon. Luasan tersebut diperkirakan membutuhkan ribuan bibit pohon.
“Dari luasan lahan yang ada, kami estimasi butuh sekitar 2 hingga 3 ribu batang pohon untuk menambah cakupan ruang terbuka hijau di wilayah utara tersebut,” jelasnya.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, DLH Kabupaten Bekasi mengajak dunia usaha berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kami juga mengajak perusahaan lainnya bagi yang ingin ikut berkontribusi nyata dalam aksi penghijauan ini, baik melalui dukungan bibit maupun pemeliharaan tanaman, sehingga penataan kawasan dapat berjalan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
(bekasikab)


