Senin, Oktober 19, 2026
spot_img
Memuat data kurs...

PMI Kabupaten Bekasi Produksi Hingga 100 Ribu Liter Air Per Hari

KABUPATEN BEKASI | beritajabar.click — Proses distribusi air hasil pengolahan water treatment Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi dapat dilakukan menggunakan tangki milik PMI maupun tangki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Syarif mengatakan, ketersediaan kapasitas penampungan menjadi salah satu faktor yang turut menentukan kelancaran produksi air setiap harinya. Semakin tersedia ruang penampungan dan armada distribusi, semakin optimal pula pengoperasian water treatment.

“Bisa menggunakan tangki air PMI, bisa juga tangki air BPBD. Kalau ada tangki masyarakat yang ingin membantu, itu juga bisa digunakan. Dan bagi instansi atau perusahaan yang mau menyumbang tangki atau galon PMI siap menerimanya,” tuturnya.

Dari sisi waktu pengolahan, satu rangkaian proses hingga tempat penampungan terisi membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Durasi tersebut mencakup proses pengambilan air, filtrasi, hingga pemindahan air menuju tempat penampungan akhir.

“Dari mulai disedot sampai tempat penampungan terakhir, sekitar dua sampai tiga jam sudah penuh dan bisa digunakan,” ungkapnya.

Baca Juga  OKAR Sosialisasikan Digitalisasi UMKM di Karawang Barat, Tawarkan Kasir Gratis hingga Layanan Antar Produk

Sementara itu, kapasitas pengolahan water treatment PMI Kabupaten Bekasi berada pada kisaran minimal 50 ribu liter air per hari. Apabila dioperasikan secara maksimal dengan mempertimbangkan kapasitas penampungan dan ketersediaan armada distribusi, produksinya dapat mencapai sekitar 100 ribu liter per hari.

“Dalam sekali proses, minimal kita bisa 50 ribu liter dalam sehari. Kalau dimaksimalkan, biasanya sekitar 100 ribu liter,” jelas Syarif.

Ia menjelaskan, kemampuan produksi air tidak hanya ditentukan oleh kapasitas mesin water treatment. Ketersediaan tempat penampungan serta armada untuk mendistribusikan air kepada masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional.

“Kalau penampungan sudah penuh, kita langsung naikkan ke armada dulu supaya kapasitas penampungannya bisa kembali tersedia,” katanya.

Operasional water treatment PMI Kabupaten Bekasi tersebut telah berlangsung selama lima hari hingga Senin (7/9/2026). Pengoperasian fasilitas ini merupakan bagian dari upaya PMI Kabupaten Bekasi membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat di tengah kondisi kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.

Baca Juga  Legalitas dan Digitalisasi Jadi Kunci UMKM Telukjambe Barat Naik Kelas

Melalui sistem tersebut, air yang berasal dari sumber lokal tidak langsung didistribusikan kepada masyarakat. Air terlebih dahulu melewati sejumlah tahapan pengolahan, mulai dari penampungan awal, proses filtrasi, penampungan lanjutan, hingga klorinasi sebelum digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Syarif memastikan seluruh proses pengolahan dilakukan dengan memperhatikan aspek kualitas dan keamanan air. Hal tersebut dilakukan sejak pemilihan sumber air hingga tahapan akhir sebelum air didistribusikan kepada masyarakat.

“Jadi sumber airnya kita pastikan terlebih dahulu, kemudian melalui proses filtrasi dan pengamanan dengan klorin sebelum akhirnya didistribusikan kepada masyarakat. Jangan lupa bagi masyarakat yang akan mengkonsumsinya air terlebih dahulu dimasak,” pungkasnya.

(bekasikab)

Baca Juga

Artikel Lainnya

Seputar Jabar

Top News

- Advertisement -spot_img

Peristiwa

Trending

Sorot